
Dalam beberapa dekade terakhir, kita semua menyaksikan produsen sepeda selalu memberikan terobosan pada produk-produknya. Membuat frame menjadi lebih ringan adalah salah satu teknik paling umum untuk membuat highlight yang menarik konsumen. Tapi, seberapa jauh sih pabrikan berani bikin sepeda dengan bobot paling ringan di kelasnya?




Itulah yang terjadi pada Canyon Ultimate CF Evo 10.0 LTD Rim. Iya, betul. Namanya panjang banget. Gue beberapa kali salah ketik namanya. Oke, balik ke sepedanya. Canyon mencoba membuat sepeda all-rounder seringan mungkin supaya bisa keep up dengan tren dan kompetitor. Caranya? Tentu saja, dengan memasangkan komponen super ringan ke frame super ringan.
Mengutip dari granfondo-cycling.com , Canyon memperoleh izin dari Kementerian Pertahanan Jepang untuk mengadopsi serat karbon super ringan dengan tingkat kekakuan dan responsivitas yang belum pernah digunakan sepeda-sepeda sebelumnya.


Hasilnya? Frame & fork berbobot kurang lebih 935 gram lalu dirakit bersama groupset Sram Red 22 etap wireless, crankset THM Clavicula, kaliper THM Fibula, serta wheelset Lightweight Meilenstein Obermayer Tubular. Menyentuh bobot akhir seberat 5.4 kg, tentu saja mendapatkan predikat “UCI Disapproved”.
Rilis diharga 13.000 euro. Atau sekitar 190++ juta jika dikonversi ke kurs rupiah tahun 2017. Kalo lo cari satu per satu harga tiap komponen di atas, mungkin harga segini masuk akal. Tapi karena Adhit, pemilik dari sepeda ini, hanya dapet frameset, seatpost dan integrated handlebar. Kalau dibuat seperti di katalog, itu baru gak masuk akal. Panduan ngebangunnya adalah value for money tapi tetep enak dipake.



Karena frame ini cuma bisa menggunakan electric groupset . Adhit memutuskan untuk menggunakan Dura-Ace Di2 9070 menggantikan Red 22 etap. Ia juga mengganti beberapa komponen, seperti sprocket Strummer Superdura berukuran 11-30 dan Ceramicspeed Pulley non-oversized. Menghasilkan kombinasi cukup buat flat dan climbing tipis-tipis. Terakhir, crankset Dura-Ace seri 9100, samping-sampingan sama stiker Mash. Sticker Mash ini jadi kenang-kenangan dari sepeda terakhirnya, yaitu Cinelli Mash.



Yes, you can trust him because he came from track bike. Itu juga alasan kenapa ia menggunakan wheelset Zipp Firecrest yang cukup laris di skena Fixie. Katanya, wheelset ini cukup durable dan punya value for money. Plus, rims profil 58 mm juga berperan untuk meningkatkan aerodinamika dari sepeda all-rounder untuk nge-loop.







Terakhir, Canyon Aerocockpit H36 90 mm C to C dengan lebar 39 mm end to end, dan seatpost Canyon SI4 dipertahankan karena sudah sesuai dengan postur Adhit di ukuran XXS (setara 46). Seluruh kombinasi ini menyentuh bobot 6,7 kg, termasuk bottle cages dan Wahoo cyclocomp. Masih bisa dikurangi lagi bobotnya, tapi menurut Adhit, berat segini sudah ideal untuk memenuhi kebutuhannya.
Sejujurnya gue penasaran sama sepeda super ringan ini, tapi karena bobot gue lebih dari 100 kilogram, gue ngerasa gak aman buat coba sepeda ringan ini.
Frameset : Canyon ultimate cf evo ltd size xxs
Barset : Canyon aerocockpit cf 390-90
Head unit : Wahoo bolt v2
Barfly : Canyon
Brifter : Dura Ace 9070 Di2
FD : Dura Ace 9070 Di2
RD :Dura Ace 9070 Di2 w/ ceramic speed pulley
Crankset : Dura Ace 9100
Bottom Bracket : Cbear PF41
Chain : Pyc 11 speed
Seatpost : Canyon SI4
Saddle : Prologo CPC Nack
Pedal : Look keo2 max
Wheelset : Zipp 404 firecrest
Tires : Pirelli p zero clincher 700×26
Sprocket : Strummer Superdura 11-30
Bidon : Blue Lug
Foto dan Artikel oleh : Fadel Muzakki
#roadbike ; #canyon ; #zipp ; #duraace











Leave a Reply